Blog Detail

Perbedaan Antara Light, Medium dan Dark Roasted Kopi

21 Mar , 2016,
Arabica.id
No Comments

MENGETAHUI macam-macam tingkatan roasting pada kopi sama pentingnya dengan mengetahui single origin apa yang akan kamu beli untuk diseduh nantinya. Tingkatan roasting, cara seduh dan single origin itu sendiri termasuk tiga faktor penting yang akan menentukan seperti apa karakteristik kopi yang akan keluar ketika diseduh. Sebelumnya kami sudah pernah membahas tentang apa yang terjadi ketika proses roasting berlangsung, di sini. Dari proses itu jugalah akan ditentukan berikutnya apakah kopinya akan menjadi light, medium, atau dark. Simak macam-macam bedanya berikut ini.

Berbagai tingkatan roasting pada kopi mulai dari green bean sampai “super gosong”.

Berbagai tingkatan roasting pada kopi mulai dari green bean sampai “super gosong”.

Light roast
Untuk mereka yang menyukai kopi dengan tekstur mirip seperti teh dan karakteristik lembut, light roast adalah tingkatan sangrai yang cocok. Kamu bisa memeriksa biji kopi yang dibeli untuk mengetahui tingkatannya. Biji kopi yang disangrai secara light umumnya bukan hanya akan terlihat seperti “versi paling muda” dari warna coklat kopi, tapi juga tidak ada kilau minyak yang terlalu kelihatan di permukaan biji kopi.

Semakin lama biji kopi disangrai, maka akan semakin banyak juga minyak yang akan muncul di permukaan biji kopi. Nah karena biji kopi ‘light roasted’ cenderung disangrai dalam waktu yang tidak lama –dan kadang dalam temperatur rendah, minyak kopi pun belum sempat muncul ke permukaan biji kopinya.

Medium roast
Teksturnya sedikit mirip teh dan setingkat lebih “tanned” dari light roast. Hampir sama seperti light roast, jika melihat biji kopi yang disangrai dalam level ini, maka kita pun tidak akan menemukan minyak kopi yang terlalu kentara pada bijinya. Namun jika kamu mencoba dua kopi seduhan ala manual brew yang masing-masing disangrai dengan light dan medium, maka kamu akan merasakan perbedaannya.

Kopi yang disangrai dalam level medium cenderung memiliki rasa yang lebih intens dibandingkan dengan light, tapi kadarnya tetap tidak sekuat dark roast. Karena ia mampu menghadirkan rasa dan komposisi yang pas, tidak heran kalau level roasting ini pun cukup popular di banyak roaster.

Medium-dark roast
Selanjutnya dalam spektrum rasa kopi adalah level medium-dark. Ini adalah tingkatan yang akan menghadirkan body lebih heavy dan lebih intens pada kopi. Biji yang disangrai dalam level ini cenderung sudah memiliki tampilan kemilau minyak pada permukaan biji kopi. Ketika diseduh pun rasanya sudah lebih membentuk karakter pahit-manis yang nikmat.

Dark roast and beyond
Kopi-kopi dark roast umumnya dilakukan kalau kopi itu mau disajikan lagi dengan campuran susu, gula dan sebagainya, menjadi entah latte atau cappuccino dan semacamnya. Kalau untuk diseduh ala manual brew, yaiks… no, thank you! Kopi dark roast sesungguhnya sudah tidak menyimpan karakter apa-apa lagi selain rasa gosong dan pahit yang hangus. Just to be honest.

Untuk mengenali biji kopi dark roast gampang saja. Lihat saja biji kopinya, umumnya tampilan biji kopi hasil dark roast sangat mengkilap karena ada minyak (kopi) yang cukup banyak menyembul di permukaan biji—satu-satunya keuntungan yang akhirnya membuat kopi dark roast berguna, yaitu cantik difoto. Lol. Sekali lagi, just to be honest.

tabel-tentang-kopi

Mengetahui jenis-jenis tipe roasting ini, sekali lagi, sangat penting untuk membantu penggemar kopi memilih apa yang mereka sukai dan apa yang akan mereka beli. Tapi yang perlu diingat adalah standar “tingkatan jenis roasting” di berbagai roaster itu berbeda-beda pula. Misalnya, kopi light roast di Roaster A mungkin dikategorikan sebagai light roast, tapi jika dibandingkan dengan light roast di Roaster B bisa saja tekstur dan karakteristiknya sedikit lebih dark. Dan seterusnya.

//majalah.ottencoffee

Leave A Comment