Author Archives: Arabica.id

Nikmatnya Kopi Gayo Inkonsistensi Rasa

18 Dec , 2017,
Arabica.id
No Comments

Siapa yang bisa membantah eksotiknya kopi gayo?

Ya. Apalagi jika kopi gayo ini disambangi oleh leci untuk mendapat perpaduan pahit

Read More…

Kapan Sebaiknya Kopi Dikonsumsi Setelah Disangrai?

10 Sep , 2017,
Arabica.id
No Comments

SETIAP penggemar kopi tampaknya akan setuju jika kopi yang segar merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan seduhan kopi nikmat dan rasanya –barangkali– tak terlupakan. Salah satu indikasi kopi yang segar ini kemudian dihubungkan dengan tanggal sangrai, atau roast date, yang tertera dalam kemasan kopi. Di sinilah salah kaprah itu kerap terjadi.

Penggemar kopi yang telah “benar-benar paham” tentang kopi umumnya akan selalu mencari kemasan dengan roast date minimal seminggu setelah tanggal roasting-nya. Sejauh yang saya lihat, beberapa bahkan ada yang mencari hingga sebulan setelahnya.

Namun hal ini berbanding terbalik dengan kebanyakan peminum kopi garis keras—maaf, saya harus menggunakan istilah ini karena biasanya mereka akan menolak dengan sangat keras, dengan argumen yang tak kalah keras pula, pada saat diberikan rekomendasi kopi yang baik. Kebanyakan peminum kopi jenis ini biasanya memburu kopi paling baru—yang benar-benar sangat baru dan, kalau bisa, benar-benar barusan saja disangrai. “Yang lama tidak segar,” alasan mereka. Sebagian lain menyebutnya “kopi basi”. Lol. Padahal, sepanjang biji kopi tetap tertutup rapat dan tersegel rapi, ia tidak akan pernah basi.

Sekadar catatan saja. Kopi bukan jenis produk minuman yang “akan semakin nikmat jika dikonsumsi hari itu juga setelah disangrai”. Kopi, tidak seperti jenis makanan atau minuman lain yang mungkin akan rusak, atau meminjam istilah awam – basi, jika telah melewati tenggat waktu belinya. Ada alasan khusus yang melatarbelakanginya. Proses degassing (yaitu pelepasan karbon dioksida dari dalam biji kopi), dan sejumlah peristiwa kimia alami lain yang terjadi pada kopi setelah proses roasting adalah salah satu faktor utama yang melatarbelakanginya.

Setelah proses degassing selesai, ada semacam jendela waktu yang membentangkan durasi kesegaran ideal dari biji kopi. Penjelasan sederhana tentang durasi kesegaran ideal kopi kira-kira seperti ini: itu adalah “waktu dimana segala karakter dan citarasa kopi sedang berada di puncak nikmatnya, dan lagi enak-enaknya“. Peminum kopi yang baik sebaiknya sudah tahu dan harus tahu tentang ini.

Maka, kapan sebetulnya waktu ideal untuk mengonsumsi kopi jika dilihat dari roast date? Berikut uraian rentang waktunya.

Kopi yang dikonsumsi (sangat) lama setelah tanggal roasting umumnya akan terasa flat, atau hambar

Mungkin inilah yang sebenarnya dimaksudkan penggemar kopi garis keras itu dengan kopi ‘basi’. Namun mengonfirmasi data di atas, selama kopi tetap tersegel rapi, tertutup rapat dalam kemasan yang dilengkapi air valve dan tidak dibuka, maka kopi tidak akan basi. Yang ada hanya, kopi akan kehilangan aromanya saja. Aroma kopi umumnya akan berkurang secara konsisten setelah sekitar 30 hari dan seterusnya sejak disangrai. Namun perhitungan ini juga bervariasi, tergantung dari kepadatan biji kopi dan jenis/profil roasting-nya.

Jika dikonsumsi terlalu lama, misalnya lebih dari satu setengah bulan sejak roast date, aroma kopi yang berkurang akan memengaruhi rasa, menjadikannya flat dan sedikit hambar ketika diseduh.

Kopi yang dikonsumsi dalam waktu yang (terlalu) dekat dengan tanggal roasting juga akan terasa flat, dan hambar

Kopi yang langsung diseduh hanya berselang beberapa menit, atau beberapa jam, setelah disangrai pun akan membuat rasanya tak maksimal. Seolah ada yang kurang meski memakai resep Juara sekalipun. Percayalah, saya pernah mencobanya. Haha. Termasuk untuk membuat espresso. Proses degassing yang belum sempurna pada kopi yang “terlalu segar”, alias baru disangrai, akan menyebabkan masalah seperti channeling pada espresso saat ekstraksi. Pada akhirnya, ini akan menyusahkan baristanya sendiri.

Pun jika diseduh dengan cara manual. Kopi yang baru disangrai umumnya akan menghasilkan rasa yang janggal, dan –istilahnya– kurang full flavored. Karena kopi dikonsumsi masih bersama dengan kandungan karbondioksida yang belum dilepaskan sepenuhnya.

Umumnya, kopi akan mencapai puncak aromatiknya setelah hari ketiga, atau keempat, setelah disangrai. (Dan durasi ini bervariasi tergantung dari kepadatan biji kopi, atau jenisnya). Karenanya, banyak ahli dan roaster kopi yang menyarankan bahwa kopi sebaiknya “diistirahatkan” dulu setidaknya selama 24 jam setelah roasting sebelum kemudian dirasa, atau diuji citarasa (coffee cupping/tasting).

Durasi waktu yang ideal

Salah satu kiat terpenting sebelum membeli kopi dan mengonsumsinya adalah mengetahui waktu, kapan kira-kira level karbon dioksida pada kopi sudah benar-benar minimal. Dan di saat bersamaan, aromanya pun telah mencapai puncaknya. Ada banyak variasi mengenai durasi ini. Setiap kopi tidak sama perhitungannya, tergantung varietas/varietal kopi, kualitas kopi, ketebalan biji, dan profil roasting masing-masing.

Umumnya, durasi ideal paling umum yang banyak diterima oleh para ahli, roaster dan coffee geek lainnya adalah sekitar 7 – 14 hari sejak tanggal roasting (roast date). Kopi-kopi yang berada dalam rentang waktu ini dianggap paling baik untuk dikonsumsi karena proses degassing pada kopi telah selesai. Yang tersisa pada kandungan biji kopi pun adalah segala substansi dan zat alami baik yang sudah benar-benar utuh. (Sebagian sumber menyatakan bahwa durasi ideal ini masih dianggap cukup baik hingga batas waktu 21-30 hari).

Jika kamu belum memahami konsep mengenai durasi kesegaran ideal ini, atau belum tahu apakah kopi yang akan kamu beli telah benar-benar ideal untuk dikonsumsi, ada baiknya bertanya langsung kepada roaster atau barista yang bisa memberikan kamu saran terbaik mengenai kopi. Jangan sungkan untuk bertanya dan berkonsultasi.

Semacam catatan. Kopi sebaiknya disimpan dalam canister atau wadah kaca yang tertutup rapat (kalau bisa, kedap udara) begitu segel pada kemasan kopi dibuka. Karena usia kesegaran kopi akan berkurang begitu kopi terkena paparan udara.

Selamat minum kopi! 🙂

//majalah.ottencoffee.co.id

Peaberry 1kg

4 May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium Roast
Nett Weight : 1kg

 

Rp. 260.000

Buy

Peaberry 250gr

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium Roast
Nett Weight : 250g

 

Rp. 85.000

Buy

Peaberry 150gr

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium Roast
Nett Weight : 150g

 

Rp. 60.000

Buy

Specialty 1kg

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium Roast
Nett Weight : 1kg

 

Rp. 220.000

Buy

Specialty 250gr

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium Roast
Nett Weight : 250g

Rp. 75.000

Buy

Specialty 150gr

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium Roast
Nett Weight : 150g

Rp. 50.000

Buy

Single Origin “Jamur Laya” 1kg

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo “Jamur Laya”
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium to dark Roast
Nett Weight : 1kg

 

Rp. 180.000

Buy

Single Origin “Jamur Laya” 250gr

May , 2017,
Arabica.id
No Comments

Region : Gayo “Jamur Laya”
Processing Method : Semi Washed
Roasting Profile : Medium to Dark Roast
Nett Weight : 250g

 

Rp. 65.000

Buy